Pages

Subscribe:

Minggu, 08 Januari 2012

Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan

A. Ilmu Pengetahuan
    Adalah hasil dari suatu pembelajaran yang kita dapat. Kita memerlukan keahlian dan kemauan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, sehingga ilmu yang kida peroleh akan bermanfaat nantinya bagi kita sendiri maupun orang lain. Untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, tidak harus dengan cara membaca buku, melainkan dengan bermain di berbagai tempat, dengan syarat permainan yang bermanfaat.

B. Teknologi
    Dijaman sekarang ini, kita pasti sudah mengenal istilah teknologi. Tidak hanya orang dewasa saja, tetapi anak yang masih kecil juga sekarang sudah tahu tetntang teknologi. Contohnya banyak anak kecil sampai dewasa yang sudah mempunyai komputer maupun alat teknologi lainnya. Mereka juga pandai dalam memakainya, sebagai contoh facebook. Saat ini teknologi sudah modern dan canggih. Tidak hanya komputer, tetapi adanya laptop, netbook, dll.

C. Kemiskinan
    Bangsa Indonesia saat ini telah di kelilingi banyaknya kemiskinan, baik itu kemiskinan ekonomi maupun kemiskinan otak dalam arti kecerdasan yang kurang.
Kemiskinan ekonomi tidak akan terjadi apabila seseorang mau berusaha bekerja keras mencari uang untuk kebutuhannya. Kemiskinan otak juga tidak akan terjadi apabila seseorang mau berusaha belajar untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat.

Pembangunan & Perubahan Sosial

A. Pembangunan
    Pembangunan sama artinya dengan perubahan. Jika suatu pembangunan telah dilakukan, maka otomatis perubahan akan terjadi. Pembangunan ini dalam arti sengaja, maksudnya proses membangun sesuatu dengan disengaja atau kesadaran. Suatu proses pembangunan tidak selalu berjalan lancar, akan tetapi kadang-kadang ada hambatannya. Antara lain hambatan mentalis maupun budaya.

B. Perubahan Sosial
    Setiap orang atau masyarakat pasti pernah atau sedang mengalami perubahan sosial. Perubahan tersebut tidak selalu sesuai dengan apa yang kita maupun orang lain harapkan, sehingga pola kehidupan tidak berfungsi dengan baik. Ada 3 hal yang mencakup perubahan sosial : 
1. Perubahan struktur dalam sosial
2. Perubahan organisasi sosial
3. Perubahan hubungan sosial

Adapun hubungan antara pembangunan dan perubahan sosial adalah sama-sama mempunyai inti membangun untuk menghasilkan suatu perubahan yang positif.

INTEGRASI SOSIAL & INTEGRASI NASIONAL

A. INTEGRASI SOSIAL
Merupakan unsur sosial kemasyarakatan yang dikendalikan, disatukan, dan dikaitkan satu dengan yang lain.
Integrasi sosial ini sangat diperlukan agar kelompok dalam suatu masyarakat tidak terpecah belah walau mengalami bergabai rintangan. Integrasi ini akan terbentuk jika sebagian masyarakat sepakat dengan adanya nilai-nilai, norma, pranata sosial dan batas teritorial.

B. INTEGRASI NASIONAL
Merupakan pembubaran maupun penyatuan suatu bangsa sehingga bangsa tersebut bisa bersatu, selaras, serasi, seimbang serta menjadi kesatuan yang utuh dalam mencapai tujuan.
Tujuan dari integrasi nasional ini adalah untuk mengenal dan memahami sesuatu yang harus dicari kaitannya.

Minggu, 11 Desember 2011

PERTENTANGAN-PERTENTANGAN SOSIAL

   Sekarang, sudah banyak kita temui pertentangan-pertentangan sosial, baik di negara ini maupun negara lain.
Pertentangan sosial ini biasanya terjadi akibat adanya perbedaan pendapat antar penduduk, sehingga jarang sekali adanya persamaan. Pertentangan ini juga biasanya terjadi karena adanya prasangka yang tidak baik terhadap orang-orang yang di anggapnya salah. Ada juga yang disebabkan karena diskriminasi, yang merupakan  persamaan dari prasangka. Seseorang yang berprasangka, kemungkinan besar seseorang itu akan melakukan diskriminasi atau tindakan.

Prasangka dan diskriminasi ada sebabnya, antara lain:
1. Karena sejarah
2. Disebabkan dari kepribadian
3. Disebabkan karena adanya perbedaan keyakinan maupun agama.

Usaha untuk menghilangkannya antara lain :
1. Memperluas kesempatan belajar
2. Sikap terbuka, saling menghargai, dan lapang dada
3. Memperbaiki keadaan sosial dan ekonomi.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pertentangan-pertentangan sosial adalah perbedaan pendapat yang disebabkan oleh faktor prasangka sehingga cenderung melakukan diskriminasi atau tindakan.

Sabtu, 26 November 2011

Kota, Masyarakat Kota, dan Pembangunan Perkotaan

A. Kota
     Kota merupakan suatu daerah yang luas yang sudah bisa disebut sebagai kawasan modern, yang didalamnya terdapat banyak bangunan seperti gedung, toko, tempat wisata, dan sebagainya. Kota juga bisa disebut sebagai daerah urutan kedua dari negara yang banyak penduduknya. Kendaraan yang ada di kota, sekarang sudah mulai meningkat jumlahnya. Maka tidak heran jika di kota banyak terjadi kemacetan dan kepadatan penduduk.
Sebagian besar orang beranggapan bahwa orang yang tinggal di kota adalah orang berada. Akan tetapi anggapan saya berbeda, karena tidak semua orang yang hidup di suatu kota mempunyai derajat yang tinggi dan bergelar atas, justru di zaman sekarang sudah sangat banyak orang miskin yang hidup di kota, banyak sekali orang yang tinggal dijalanan, seperti contoh jika kita jalan-jalan dan lihat keadaan disekeliling jalan itu, banyak sekali rumah-rumah yang tidak layak di pakai. Kota juga sudah dikatakan sebagai daerah yang paling banyak orang melakukan aksi kejahatan. Tetapi kota lebih cenderung kedalam daerah yang serba terpenuhi, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun jabatan.

B. Masyarakat Kota
    Masyarakat Kota adalah orang-orang yang tinggal di suatu kota. Kebanyakan masyarakat kota hidup secara mewah dan serba terpenuhi, apalagi dengan adanya tempat perbelanjaan, mereka cenderung lebih sering ke tempat itu daripada ke tempat lainnya yang lebih bermanfaat. Tetapi tidak semua orang yang tinggal di kota bersikap seperti itu. Itu tergantung individu masing-masing.
Setiap masyarakat pasti mempunyai hak dan kewajibannya masing-masing sebagai warga, seperti mematuhi peraturan-peraturan yang ada dalam kota itu sendiri, serta menghargai perbedaan pendapat dan perbedaan keyakinan walaupun mereka hidup masih dalam satu kota. Itu sangat dibutuhkan untuk membangun kota yang sejahtera.

C. Pembangunan Perkotaan
    Sama seperti halnya pembangunan pedesaan, pembangunan perkotaan juga memiliki beberapa arti, baik dalam arti pembangunan seperti rumah, gedung, toko, dan sebagainya, maupun dalam arti membangun perkotaan yang bersih, lancar dari kemacetan dan kepadatan penduduk, dan damai.
Jika diartikan dalam pembangunan berupa rumah, gedung, toko, dan bangunan lain, itu sudah tidak perlu diragukan lagi karena memang sudah sangat banyak bangunan-bangunan di perkotaan. Tetapi sebaliknya, jika  diartikan dalam membangun kota yang bersih, lancar dari kemacetan dan kepadatan penduduk, serta damai, itu saya rasa masih dipertanyakan karena sebagian besar kota belum memenuhi kriteria-kriteria seperti itu.
Maka dari itu, pembangunan perkotaan memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri terhadap warganya maupun lingkungannya.

Desa, Masyarakat Desa, dan Pembangunan Pedesaan

A. Desa
    Jika Anda membayangkan kata desa, sudah pasti Anda tahu apa maksudnya.
Akan tetapi disini saya akan mengartikannya sendiri menurut pendapat saya. Seperti yang sudah diketahui bahwa desa itu merupakan suatu tempat terpencil yang masih berada dalam suatu negara, seperti Indonesia.
Banyak sekali pandangan yang mengatakan bahwa orang yang hidup/tinggal di suatu desa, secara otomatis orang tersebut sangat tertinggal dalam hal teknologi serta apapun yang saat ini sudah modern. Padahal, itu tergantung pada individu masing-masing. Maka dari itu, rata-rata desa selalu dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang terutama orang-orang kalangan atas.

B. Masyarakat Desa
    Masyarakat desa adalah orang-orang yang tinggal di suatu pedesaan. Masyarakat desa ini sendiri, sama seperti masyarakat-masyarakat lainnya, mereka mempunyai hak dan kewajiban tersendiri untuk memajukan desa yang mereka diami. Mereka juga ingin masyarakatnya dipandang sama oleh masyarakat lain, akan tetapi sebagian orang tidak memandang masyarakat desa itu sama dengan masyarakat perkotaan/kenegaraan. Karena sebagian orang beranggapan bahwa masyarakat desa lebih rendah derajatnya daripada masyarakat lain yang lebih atas.

C. Pembangunan Pedesaan
    Pembangunan pedesaan yaitu segala sesuatu yang dilakukan oleh masyarakat untuk menciptakan suatu desa agar enak dipandang. Pembangunan pedesaan memiliki beberapa arti, baik dalam arti pembangunan seperti mendirikan rumah, kantor, dan lain-lain, bisa juga dalam arti membangun masyarakat yang harmonis, rukun, dan damai serta membangun suasana desa yang enak dirasakan.
Tetapi pembangunan pedesaan disini, lebih cenderung kedalam arti pembangunan berupa rumah, kantor, masjid, serta fasilitas lain yang dibutuhkan oleh warganya. Sebagian besar memang menganggap bahwa pembangunan yang ada di pedesaan tidak sebagus dan sekokoh yang ada di perkotaan, buktinya sangat jarang sekali terdapat bangunan bertingkat di pedesaan, justru banyak bangunan standar (biasa).
Tetapi ini kembali tergantung dari individu masing-masing, jika orang di desa mempunyai keuletan dan kesungguhan dalam bekerja, maka tidak menutup kemungkinan desa yang didiaminya akan menjadi lebih maju seperti perkotaan.

PELAPISAN SOSIAL, KESAMAAN DERAJAT

A. Pelapisan Sosial Desa
    Yang saya ketahui tentang pelapisan sosial adalah bagian-bagian atau golongan-golongan masyarakat yang dibedakan berdasarkan kelas atau tingkatan.
Pelapisan Sosial mempunyai dasar-dasar pembentukannya, antara lain :
1. Ukuran ilmu pengetahuan, ialah dasar pelapisan sosial yang dibentuk melalui ilmu pengetahuan
2. Ukuran kekuasaan dan wewenang, ialah dasar pelapisan sosial yang dibentuk melalui kekuasaan serta kewenangan
3. Ukuran kehormatan, ialah dasar pelapisan sosial yang dibentuk dengan cara hormat terhadap sesama manusia
4. Ukuran kekayaan, ialah dasar pelapisan sosial yang dibentuk dari kekayaan seseorang.

B. Kesamaan Derajat
    Setiap manusia yang hidup didunia ini tidak mempunyai kesamaan derajat, tetapi berbeda-beda.
Dalam masalah yang akan saya bahas disini ialah masalah kesamaan derajat.
Kesamaan derajat menurut pandangan saya, bukanlah kesamaan dalam faktor kekayaan maupun kemiskinan, tetapi kesamaan dalam arti sama-sama menjadi individu yang berbudi pekerti, mempunyai akal pikiran yang sehat, dan sama-sama menjadi makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Kita didunia ini mempunyai derajat yang sama, tidak ada perbedaan apapun, hanya saja yang membedakan suatu derajat seseorang itu ialah dari keimanan dan ketakwaannya.
Maka dari itu, hubungan antara pelapisan sosial dengan kesamaan derajat sangat berpengaruh penting.