Pages

Subscribe:

Kamis, 02 Mei 2013

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI


A.      KOMUNIKASI ORGANISASI
1.       Definisi
·         Komunikasi organisasi adalah suatu sistem yang mapan dari mereka yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, melalui jenjang kepangkatan dan pembagian tugas. (Everet M. Rogers)
·         Komunikasi organisasi adalah sarana dimana manajemen mengoordinasikan sumber bahan dan sumber daya manusia melalui pola struktur formal dari tugas-tugas dan wewenang. (Robert Bonnington)
·         Komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi didalam kelompok fomal maupun informal dari suatu organisasi. (Wiryanto, 2005)
2.       Jenis dan proses komunikasi organisasi
Jenis :
·         Komunikasi lisan dan tertulis
Dasar penggolongan komunikasi lisan dan tertulis ini adalah bentuk pesan yang akan disampaikan. Banyak bentuk komunikasi: terutama komunikasi antar pribadi (interpersonal communication), disampaikan secara lisan maupun tertulis. Karena sebagian besar interaksi manusia terjadi dalam bentuk ini, maka berbagai studi telah dilakukan untuk menilai manfaat dan efisiensi dari pesan yang disampaikan dengan cara ini.
·         Komunikasi verbal dan non verbal
Jika dua orang berinteraksi, maka informasi mengenai perasaan dan gagasan atau ide yang timbul akan dikomunikasikan. Perasaan seseorang juga dapat dinyatakan melalui berbagai isyarat-isyarat atau signal-signal non verbal. Dalam percakapan tatap muka langsung, perasaan, keadaan jiw, atau suasana hati seseorang dinyatakan melalui gerakan isyarat(gesture), ekspresi wajah, posisi dan gerakan badan, postur, kontak fisik, kontak pandangan mata, dan stimulasi non-verbal lain yang sama pentingnya dengan kata-kata yang diucapkan.
·         Komunikasi kebawah, keatas, dan kesamping
Penggolongan komunikasi kebawah, keatas, dan kesamping (lateral) ini didasarkan pada arah aliran pesan-pesan dan informasi didalam suatu organisasi. Untuk memperoleh pengertian yang lebih mendalam, maka akan diuraikan ketiga jenis komunikasi tersebut :
-          Komunikasi kebawah
Aliran informasi dalam komunikasi kebawah mengalir dari tingkatan manajemen puncak ke manajemen menengah, manajemen yang lebih rendah, dan akhirnya sampai pada karyawan operasional. Komunikasi ini juga mempunyai fungsi pengarahan, perintah, indoktrinasi, inspirasi dan evaluasi.
-          Komunikasi keatas
Alirannya dalam hirarki wewenang yang lebih rendah ke lebih tinggi biasanya mengalir disepanjang rantai komando. Fungsi utamanya adalah untuk memperoleh informasi mengenai kegiatan, keputusan dan pelaksanaan pekerjaan karyawan pada tingkat yang lebih rendah.

-          Komunikasi kesamping
Terjadi antara dua pejabat atau pihak yang berada dalam tingkatan hirarki wewenang yang sama (komunikasi horizontal) atau antara orang atau juga pihak pada tingkatan yang berbeda yang tidak mempunyai wewenang langsung terhadap pihak lainnya (komunikasi diagonal).
·         Komunikasi formal dan informal
Komunikasi formal terjadi diantara karyawan melalui garis kewenangan yang telah ditetapkan oleh manajemen.
Komunikasi informal terjadi di antara karyawan dalam suatu organisasi yang dapat berinteraksi secara bebas satu sama lain terlepas dari kewenangan dan fungsi jabatan mereka.
                                Proses :
·         Proses ideasi
-          Tahap pertama dalam suatu proses komunikasi adalah ideasi (ideation) yaitu proses penciptaan gagasan atau informasi yang dilakukan oleh komunikator.
·         Proses encoding
-          Gagasan atau informasi disusun dalam serangkaian bentuk simbol atau sandi yang dirancang untuk dikirimkan kepada komunikan dan juga pemilihan saluran dan media komunikasi yang akan digunakan.
·         Proses pengiriman
-          Gagasan atau pesan yang telah disimbolkan atau disandikan (encoded) melalui saluran dan media komunikasi yang tersedia dalam organisasi. Pengiriman pesan dapat dilakukan dengan berbicara, menulis, menggambar dan bertindak.
·         Proses penerimaan
-          Penerimaan pesan ini dapat melalui proses mendengarkan, membaca, atau mengamati tergantung pada saluran dan media yang digunakan untuk mengirimkannya.
·         Proses decoding
-          Pesan-pesan yang diterima diintrepretasikan, dibaca, diartikan,dan diuraikan secara langsung atau tidak langsung melalui proses berfikir.
·         Proses tindakan
-          Respon komunikan dapat berbentuk usaha melengkapi informasi, meminta informasi tambahan, atau melakukan tindakan-tindakan lain.

3.       Implikasi manajerial
Bagi pengelola organisasi terutama yang berada dalam tataran pimpinan harus memahami prilaku individu dan dinamika kelompok. Tiap kelompok biasanya memiliki prilaku yang unik dengan memahami dinamika kelompok akan dapat memahami pula proses interaksi dalam kelompok itu sendiri. Kinerja organisasi akan dapat diwujudkan bila didukung oleh kelompok-kelompok yang padu dan efektif.
Sumber : http://kireinatasya.wordpress.com/2012/10/14/prilaku-dan-komunikasi-dalam-kelompok-organisasi/
B.      PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI
1.       Definisi
·         Menurut George R. Terry pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku (kelakuan) tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada.
·         Menurut Sondang P. Siagian pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakikat alternatif yang dihadapi dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling cepat.
·         Menurut James A. F. Stoner pengambilan keputusan adalah proses yang digunakan untuk memilih suatu tindakan sebagai cara pemecahan masalah.

2.       Jenis dan proses
JENIS :
Menurut George R. Terry dan Brinckloe :
·         Intuisi
Pengambilan keputusan yang didasarkan atas intuisi atau perasaan memiliki sifat subjektif sehingga mudah terkena pengaruh. Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi ini mengandung beberapa keuntungan dan kelemahan.
·         Pengalaman
Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis, karena pengalaman seseorang dapat memperkirakan keadaan sesuatu, dapat diperhitungkan untung ruginya terhadap keputusan yang akan dihasilkan. Orang yang memiliki banyak pengalaman tentu akan lebih matang dalam membuat keputusan akan tetapi, peristiwa yang lampau tidak sama dengan peristiwa yang terjadi kini.
·         Fakta
Pengambilan keputusan berdasarkan fakta dapat memberikan keputusan yang sehat, solid dan baik. Dengan fakta, maka tingkat kepercayaan terhadap pengambilan keputusan dapat lebih tinggi, sehingga orang dapat menerima keputusan-keputusan yang dibuat itu dengan rela dan lapang dada.
·         Wewenang
Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahannya atau orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang yang lebih rendah kedudukannya. Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan.
·         Logika/Rasional

Pengambilan keputusan yang berdasarkan logika ialah suatu studi yang rasional terhadap semuan unsur pada setiap sisi dalam proses pengambilan keputusan. Pada pengambilan keputusan yang berdasarkan rasional, keputusan yang dihasilkan bersifat objektif, logis, lebih transparan, konsisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam batas kendala tertentu, sehingga dapat dikatakan mendekati kebenaran atau sesuai dengan apa yang diinginkan. Pada pengambilan keputusan secara logika terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :
    • kejelasan masalah
    • orientasi tujuan : kesatuan pengertian tujuan yang ingin dicapai
    • pengetahuan alternatif : seluruh alternatif diketahui jenisnya dan konsekuensinya
    • preferensi yang jelas : alternatif bisa diurutkan sesuai kriteria
    • hasil maksimal : pemilihan alternatif terbaik didasarkan atas hasil ekonomis yang maksimal 

PROSES :
·         Pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan pada dasarnya adalah proses pemecahan masalah yang menghalangi atau menghambat tercapainya tujuan. Agar masalah dapat dipecahkan, terlebih dahulu harus dikenali apa masalahnya.
·         Mencari alternatif pemecahan
Setelah masalh dikenali maka dapat dilakukan pencarian terhadap alternatif-alrternatif yang mungkin dapat memecahkan masalah yang dihadapi. Dalam mencari alternatif hendaknya tidak mamikirkan masalah efisiensi dan efektifitas. Ynag terpenting adalah mengumpulkan sebanyak-banyaknya alternatif. Setelah alternatif terkumpul, barulah disusun berurutan dari yang paling diinginkan sampai yang tidak diinginkan.
·         Memilih alternatif
Setelah alternatif tersusun, barulah dapat dilakukan pilihan alternatif yang dapat memberikan manfaat, dalam arti dapat memecahkan masalah dengan cara yang paling efektif dan efisien. Sebelum menjatuhkan pilihan pada sebuah alternatif, ajukan pertanyaan untuk tiap-tiap alternatif.
·         Pelaksanaan alternatif
Setelah alternatif dipilih, tibalah saatnya melaksanakannya ke dalam bentuk tindakan. pelaksanaan harus sesuai denga rencana, agar tujuan memecahkan masalh dapat tercapai.
·         Evaluasi
Setelah alternatif dilaksanakan, bukan berarti proses pengambilan keputusan telah selesai. Pelaksanaan alternatif harus terus diamati, apakah berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Bila langkah-langkah pelaksanaan telah dilakukan dengan benar tetapi hasil yang dicapai tidak maksimal, sudah waktunya untuk mempertimbangkan kembali pemilihan alternatif lainnya. Tidak maksimalnya hasil yang dicapai mungkin terjadi karena pengaruh negatif potensial benar-benar terjadi, atau mungkin pengaruh negatif yang tadinya tidak diperkirakan. 



3.       Faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan
Menurut Terry (1989) :
·         hal-hal yang berwujud maupun tidak berwujud, yang emosional maupun rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan;
·         setiap keputusan nantinya harus dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan organisasi;
·         setiap keputusan janganlah berorientasi pada kepentingan pribadi, perhatikan kepentingan orang lain;
·         jarang sekali ada 1 pilihan yang memuaskan;
·         pengambilan keputusan merupakan tindakan mental. Dari tindakan mental ini kemudian harus diubah menjadi tindakan fisik;
·         pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang  cukup lama;
·         diperlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil yang baik;
·         setiap keputusan hendaknya dikembangkan, agar dapat diketahui apakah keputusan yang diambil itu betul; dan
·         setiap keputusan itu merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan berikutnya.
                  Menurut Sondan P. Siagian :
·         Dinamika individu dalam organisasi, yaitu proses keputusan harus
mempertimbangkan segala kemungkinan yang akan terjadi pada diri setiap
individu, situasi dan kondisi pandangan individu terhadap diri mereka
sendiri mempengaruhi terhadap keputusan organisasi.
·         Dinamika kelompok dalam organisasi, yaitu pemimpin yang ingin
melakukan proses pengambilan keputusan harus mempertimbangkan situasi dan kondisi kepribadian rangkap anggotanya (kepribadian individu
dan kepribadian ketika bersama kelompoknya). Hal ini dilakukan agar
proses keputusan dapat mempercepat proses pendewasaan kelompok kerja
dalam organisasi.
·         Dinamika lingkungan organisasi, yaitu semua keputusan organisasi harus
memperhitungkan tekanan-tekanan yang bersumber dari lingkungan.
Istilah dinamika digunakan untuk menunjuk bahwa segala sesuatu
selalu mengalami perubahan, dan dinamika tersebut yang menuntut adanya
peningkatan kemampuan mengambil keputusan yang selaras dengan
perubahan-perubahan yang sedang dan yang akan terjadi .




DAFTAR PUSTAKA
·         M. Rogers, Everet, Communication in Organization. New York: Gramedia, 2005.
·         Bonnington, Robert, Modern Business: A System Approach. New York: Gramedia, 2005.
·         Wiryanto, Komunikasi Organisasi. Jakarta: Gramedia, 2005.
·         Facione, P. and Facione, N., Thinking and Reasoning in Human Decision Making, The California Academic Press / Insight Assessment, 2007
·         Plous, S. The Psychology of Judgement and Decision Making New York: McGraw-Hill, 1993
·         Ullman, D. G., Making Robust Decisions Trafford, 2006
·         Levin, Mark Sh., Composite Systems Decisions, New York: Springer, 2006.

Selasa, 08 Januari 2013

PT. CHEVRON GUNUNG SALAK



LATAR BELAKANG
PT. Chevron merupakan sebuah perusahaan panas bumi yang berada di Gunung Salak, terletak di ketinggian .... meter dari permukaan laut, dengan melewati jalur yang berliku-liku. Wilayah lapangan Gunung Salak seluas 100 km2 terletak pada tiga kecamatan, berada di dua kabupaten yang berpusat di Kecamatan Kalapanunggal dan Kabandungan Sukabumi, dan juga Kecamatan Pamijahan Bogor.
Kondisi lapangan Chevron Geothermal Salak, kira-kira terdiri dari 69 sumur panas bumi, reservoir di dominasi oleh uap dengan temperatur 220-315 derajat celcius. Khusus sumur panas bumi terdiri dari 16 sumur injeksi, 4 sumur abandon/idle, dan 43 sumur produksi/pengembangan.
Sebelum dialihfungsikan dan dikelola oleh perum perhutani, hutan Gunung Halimun Salak berfungsi sebagai hutan produksi hingga terjadi  banyak perambahan.

PERMASALAHAN
Menurut sebagian masyarakat, CGS (Chevron Geothermal Salak) ini mempunyai beberapa masalah:
1.      tidak transparan terhadap apa yang sesungguhnya sedang dan akan dilakukan CGS serta dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar dalam perspektif ekologi, sosial, budaya dan ekonomi.
2.      CGS tidak mampu dalam menyelesaikan berbagai masalah yang muncul di masyarakat sebagai reaksi atas kebijakan  CGS itu sendiri. Selama ini, CGS hanya bisa meredam masalah tetapi tidak mampu menyelesaikannya).
3.      Para pengambil kebijakan di tingkat eksekutif sangat kaku sehingga tidak maksimalnya para pekerja maupun atasannya.

LANDASAN TEORI
1.      Pengertian CGS (Chevron Geothermal Salak)
Chevron Geothermal Salak menurut saya adalah sebuah perusahaan minyak bumi yang saat ini sedang aktif mengoperasikan gunung salak yang berada di Kabupaten Sukabumi Kecamatan Kalapanunggal. Chevron juga termasuk dalam organisasi yang sangat penting bagi masyarakat sekitar maupun masyarakat jauh, dan keefektian harus ada di dalam sistem kerjanya, sebab apabila Chevron tidak berdiri, maka tambang dan minyak bumi di Kota Sukabumi dan Bogor tidak akan semaksimal seperti saat ini. Chevron juga merupakan perusahaan panas bumi terbesar di Kota Sukabumi.
PEMECAHAN MASALAH
Dari permasalahan yang tadi sempat saya bahas, terdapat beberapa solusi pemecahannya yang mungkin bisa meringankan permasalahan itu sendiri. Menurut informasi yang saya dengar, dalam waktu dekat PT. Chevron akan melakukan pengeboran di 15 titik lokasi yang akan dilakukan di wilayah Pamijahan. Akan tetapi harus memperhatikan juga kepentingan warga terutama masalah analisa dan dampak lingkungannya.
Anggota komisi A Wasto Sumarno mengatakan upaya sosialisasi yang dilakukan pihak Chevron, dengan menambah 15 titik sumur bor baru kepada masyarakat disekelilingnya merupakan kewajiban yang sudah seharusnya dilakukan. Tujuannya untuk meningkatkan perhatian kepada masyarakat kabupaten di sekitarnya. Selain untuk memperhatikan kondisi sosial, juga untuk meningkatkan kemajuan dunia pendidikan, termasuk memperhatikan masalah Ambang dampak lingkungan, tidak hanya mencari untung semata.

KESIMPULAN
Kesimpulannya ialah bahwa CGS (Chevron Geothermal Salak) merupakan perusahaan panas bumi pegunungan yang sangat penting. Dengan adanya permasalahan di PT ini, hendaknya warga masyarakatpun ikut membantu dalam memberi solusi demi untuk kebaikan dan kenyaman lingkungannya.


Selasa, 02 Oktober 2012

TEORI ORGANISASI UMUM


Nama  : Annisa Fujiyana
NPM   : 10111958
Kelas   : 2KA18

Pengalaman Organisasi
            Dulu, waktu saya menduduki kelas 3 SMP, saya mengikuti organisasi Palang Merah Remaja (PMR) . Adapun tujuan saya mengikuti organisasi tersebut ialah untuk bisa menolong rekan-rekan maupun guru-guru saya apabila mereka memerlukan bantuan obat-obatan untuk meringankan sakit yang mereka alami, dan juga untuk membantu masyarakat sosial yang membutuhkan tentunya. Didalam organisasi PMR ini, sering pula di selenggarakan yang namanya bakti sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam bentuk pemberian bahan-bahan pokok seperti mie, beras, dan lain-lain. Saya sangat senang mengikuti organisasi PMR ini karena selain mendapat banyak teman, juga mendapat pengalaman-pengalaman yang berharga, baik itu pengalaman dalam bentuk individu maupun sosial. Salah satu bagian yang saya senangi yaitu ketika mengikuti camping organisasi pramuka yang mengharuskan anggota PMR untuk ikut serta di dalamnya karena sangat berperan penting terhadap para anggota-anggotanya yang mengikuti camping tersebut. Tujuan mengikuti PMR ini selain untuk menolong orang yang butuh bantuan dalam bidang medis, juga untuk melatih kemandirian dan seberapa ukuran pengetahuan kita terhadap jenis pengobatan baik tradisional maupun herbal. Ini sangat berguna bagi masyarakat sosial.

Definisi Palang Merah Remaja (PMR)
            PMR adalah tempat pengembangan dan pembinaan para anggota remaja yang dilaksanakan oleh PMI. PMI tidak akan berjalan apabila tidak adanya PMR karena anggota PMR adalah salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan tugas-tugas sosial di bidang kesehatan, prinsip dasar Gerakan Palang Merah, dan mengembangkan kapasitas organisasi PMI. Kita tahu bahwa PMR sangat identik dengan praktek-praktek, akan tetapi tidak hanya praktik saja yang terdapat dalam PMR, melainkan ada teori-teori dan lagu dasar PMR yang harus di kuasai sebagai anggota. Maka dari itu, PMR ini adalah salah satu organisasi yang teori dan prakteknya harus selalu seimbang karena keduanya saling terkait erat.

Organisasi yang dapat dilihat
            Organisasi yang saat ini masih dapat dilihat oleh pandangan saya maupun masyarakat, ialah organisasi OSIS, kenegaraan, kepartaian, ekstrakurikuler, dan Ormas. OSIS merupakan organisasi para siswa yang terdapat di setiap sekolah. Organisasi kenegaraan merupakan organisasi yang memimpin suatu negara seperti presiden, wakil presiden, DPR, MPR, dan anggota lainnya. Organisasi Kepartaian merupakan bagian dari organisasi kenegaraan, akan tetapi di bagi lagi ke dalam beberapa bagian seperti partai demokrat, PAN, PDI, dan lain-lain. Ekstrakurikuler merupakan organisasi yang ada di setiap sekolah maupun universitas untuk mengembangkan bakat seperti olahraga, musik, bela diri, dan lain sebagainya. Dan ormas merupakan organisasi yang di jalankan oleh masyarakat. Sebenarnya masih banyak organisasi yang dapat dilihat saat ini, tetapi yang dilihat oleh pandangan saya mungkin berbeda dengan pandangan orang lain. Menurut saya organisasi seperti OSIS, organisasi kenegaraan, kepartaian, ekstrakurikuler dan ormas masih dapat dilihat karena saya selalu dapat menemuinya di berbagai tempat atau daerah yang saya kunjungi. Berbeda dengan organisasi-organisasi yang sudah jarang bahkan sudah tidak terlihat sama sekali.

Cara mengorganisasikan Sebuah Sistem
            Mengorganisasikan sebuah sistem menurut saya, intinya kita harus menguasai jenis sistem apa yang akan kita organisasikan, dan juga mengetahui konsep dan bahan-bahan dari sistem tersebut. Seperti contoh kita akan mengorganisasikan berkas indeks sequential, tentu kita harus mengetahui 4 teknik dasarnya, aspek utamanya, dan cara-caranya. Dengan begitu, kita akan bisa mengorganisasikan sebuah sistem. Contoh kedua, apabila kita ingin membentuk suatu organisasi OSIS, pasti kita terlebih dahulu harus menentukan ketua, wakil, sekretaris, bendahara, pembina, dan lain-lain. Lalu setiap anggotanya berunding untuk menjadikan OSIS tersebut sebagai organisasi yang baik. Tidak mungkin di dalam suatu organisasi tidak terdapat ketua pembina dan anggota, karena merekalah yang menentukan jalannya suatu sistem.

Jumat, 15 Juni 2012

Perbedaan Masyarakat Desa & Kota

1. Perbedaan antara masyarakat desa dan kota menurut saya, antara lain :

a). Masyarakat Desa : cenderung selalu menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungannya, selalu menjaga kebersamaan dan kekeluargaan, perilaku yang di landasi oleh status, dan mempunyai banyak ritual.
Pekerjaan masyarakat desa yang paling pokok ialah bertani. Tetapi ada juga yang bekerja selain itu, yang merupakan  pekerjaan sampingan mereka saja.
Dari jumlah penduduk, masyarakat desa cenderung mempunyai lebih sedikit di banding dengan masyarakat kota, akan tetapi hubungan kekeluargaan mereka jauh lebih erat.

b). Masyarakat Kota : kebanyakan dari masyarakat ini tidak bisa menjaga kebersihan lingkungannya dengan baik. Terlalu sering menghambur-hamburkan uang (boros) oleh karena status atau kekayaan mereka yang lebih tinggi di banding masyarakat desa, dan mempunyai sedikit ritual-ritual.
Pekerjaan yang di tekuni oleh masyarakat ini yaitu pekerjaan yang yaa bisa di bilang lebih tinggi dari masyarakat desa, antara lain : pengacara, politikus, menteri, pengusaha, pejabat, dan lain-lain.
Akan tetapi tidak sedikit juga dari masyarakat kota ini yang hidup sederhana seperti layaknya masyarakat pedesaan. Dari jumlah penduduk, sudah pasti masyarakat kota mempunyai lebih banyak penduduk.
Namun, dengan banyaknya penduduk, tidak menutup kemungkinan jika hubungan kekeluargaan mereka tidak lebih baik di banding masyarakat desa.
Intinya, antara masyarakat desa maupun kota di mata Tuhan Yang Maha Esa semuanya sama.
Tidak ada perbedaan-perbedaan, kecuali dari segi keimanan masing-masing.



2. Interaksi Sosial di daerah Pedesaan

Interaksi sosial di daerah ini ialah rasa kebersamaan mereka yang tinggi, selalu bekerja sama dalam hal positif, sehingga masyarakat ini pasti saling kenal dengan masyarakat lainnya, bahkan tidak ada batasan bagi mereka untuk saling mendukung dan berinteraksi sosial, seperti layaknya keluarga.
Kehidupan di pedesaan ini sangatlah tentram, damai, bersih, dan jauh dari perbedaan yang bisa menimbulkan konflik maupun perselisihan. Akan tetapi, tidak semua masyarakat di pedesaan bisa di sebut sebagai masyarakat tradisional, karena tidak sedikit dari mereka yang hidup di desa tetapi tingkah laku dan keseharian mereka mulai mengikuti masyarakat di perkotaan.
Oleh karena itu, masyarakat di pedesaan haruslah bersyukur karena memiliki kebersamaan dan kekeluargaan yang sangat tinggi satu sama lain.

Senin, 16 April 2012

KEINDAHAN & KEBURUKAN

1. Keindahan dan Estetika
    Keindahan merupakan suatu hal yang sangat disenangi banyak orang karena enak di pandang maupun di rasakan (sesuatu yang enak dilihat). Keindahan akan muncul pada diri seseorang, lingkungan, dan pada suatu karya apabila seseorang itu bisa mempertahankan dan menjaga kreativitas mereka masing-masing.
Estetika bisa di artikan dengan suatu nilai yang benar atau kebenaran, akan tetapi estetika itu sendiri belum bisa dikatakan sebagai suatu keindahan namun keindahan itu sudah pasti merupakan suatu estetika.
Keindahan dan estetika adalah 2 unsur yang saling berkaitan tetapi belum tentu memiliki arti yang sama.

2. Keindahan dan Kebudayaan
    Kebudayaan merupakan ciri atau identitas suatu negara maupun wilayah yang saat ini sudah banyak menyebar di negara Indonesia. Kebudayaan ini ialah berupa karya seni, adat istiadat, serta peraturan yang berlaku pada suatu daerah. Kebudayaan juga ada yang memiliki nilai keindahan maupun keburukan, tergantung oleh bagaimana kita menanggapinya. Oleh karena itu, keindahan dan kebudayaan harus kita lekatkan pada diri kita sebagai warga negara Indonesia agar senantiasa bisa menciptakan suasana yang harmonis.

3. Keindahan dan Karya Cipta
    Kita pasti sudah mengetahui arti dari keindahan. Tetapi kita belum tentu tahu apa itu karya cipta. Disini, saya akan menerangkan apa yang dimaksud dengan karya cipta.
Didalam suatu keindahan, pasti ada unsur suatu karya cipta. Dari kalimat tersebut, yang dimaksud dengan karya cipta ialah seseorang yang menciptakan atau membuat suatu karya. Apabila tidak adanya karya cipta, maka keindahan pun tidak akan ada, kecuali keindahan yang diciptakan oleh Tuhan YME yang akan selalu ada (abadi) serta mempunyai makna yang sangat besar.